KRISTAL NUSAKAMBANGAN Menguak Jejak Peredaran 'Kristal' di Nusakambangan

>> Wednesday

Akhirnya Bulan Ketiga Omset Bisnis Online Saya Rp 250 Juta/Bulan! ALHAMDULILLAH

KRISTAL NUSAKAMBANGAN Menguak Jejak Peredaran 'Kristal' di Nusakambangan.Penangkapan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan bukan kali pertama terjadi di pulau itu. Sebelumnya, jejak peredaran narkotika juga dilakukan BNN di pulau pengasingan tersebut yang melibatkan sipir, warga negara asing, sampai 'Jenderal Besar'.

Penangkapan Kalapas Narkotika Nusakambangan Marwan Adli berawal dari tertangkapnya seorang napi, Hertony, yang kedapatan menyimpan sabu seberat 300-an gram oleh Polres Cilacap.


Barang bukti sebanyak tersebut diduga diedarkan di lingkungan lapas di Nusakambangan. BNN kemudian menindaklanjuti temuan tersebut dan mengendus jejak peredaran barang haram milik Hertony.

"Dari pengakuan dia (Hertony) uang hasil peredaran mengalir ke Kalapas," kata Kepala Humas BNN Sumirat saat dihubungi detikcom, Rabu (9/3).

Akhir Februari lalu, petugas BNN mengungkap sindikat peredaran narkotika yang dimotori seorang napi bernama Yoyok. Bukan main total peredaran yang dilakukan Yoyok, dalam sehari dia bisa melepas sedikitnya 10 kilogram shabu ke lingkungan penjara-penjara di Nusakambangan.

"Julukannya Jenderal Besar. Posisinya melebihi 'Kapolri' atau 'Kapolda'," kata Direktur Narkotika Alami Deputi Pemberantasan BNN, Brigadir Jenderal Benny Mamoto, saat dihubungi wartawan, Senin (28/2).

Yoyok telah menjalankan usahanya di balik jeruji besi selama 8 tahun. Soal keuntungan, jangan ditanya lagi." Per hari Y mampu memasarkan sekitar 10 kilogram sabu senilai sekitar Rp 20 miliar," terang Benny.

Penangkapan sang Jenderal merupakan pengembangan dari tes urine yang dilakukan BNN sebelumnya. Dua sipir terbukti mengkonsumsi shabu dan juga kaki tangan sang Jenderal.

Awal Januari lalu, BNN membekuk seorang napi berkewarganegaraan Nepal, Surya Bahadur Tamang alias Boski, yang menjadi think thank peredaran shabu di Nusakambangan. Boski merupakan napi kasus serupa yang menjalani 20 tahun penjara.

"Omzetnya mencapai miliaran," kata Benny.

Suksesnya usaha Boski tak luput dari bantuan petugas sipir penjara bernama Didi Riyanto. Anak buah Boski ini bertugas mengatur lalu-lintas keluar masuknya uang peredaran shabu.

Di luar Nusakambangan, Juli 2010, BNN menggerebek pabrik shabu di Cipinang Lontar Indah RT 10 RW 06 No B1/2 Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur. Dua orang sipir Lapas Narkotika Cipinang ditangkap karena keterlibatan dalam pabrik shabu yang telah berjalan 6 bulan tersebut.

Sama dengan Boski, dua sipir tersebut dipercaya empunya usaha menjalankan pembuatan narkotika golongan 1. "Mereka punya tugas dipercaya mengelola perusahaan yang dibiayai bos narkoba, mengelola aset bos narkoba. Menariknya lagi, distribusi narkoba seluruhnya ditarik dari mereka (petugas Lapas)," kata Benny.

Benny berharap penegak hukum, khususnya hakim, dapat menjalankan Undang-undang No 35 tahun 2009, dengan memberikan hukuman setimpal bagi pengedar narkotika.

"Di dalam Undang-undang itu jelas dikatakan pengedar hukumannya lebih keras dibandingkan pengguna, tapi kenyataanya yang kedapatan membawa 1 kilo narkotika hanya divonis 6 tahun penjara. Ini sangat disayangkan dan tidak membuat mereka jera walaupun di penjara," ujar Benny.

"Saya berharap semua pihak dapat mengimplementasikan amanat Undang-undang No. 35 (2009) itu, termasuk hakim," imbuhnya.(detik.com)

Baju Muslim Murah Berkualitas

Related Post



Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dapatkan Update Terbaru INFO SELEBRITIS TANAH AIR!

Powered By Info Dunia

Blog Archive

  © Blogger template Webnolia by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP